
MOJOKERTO – Memasuki tahun ajaran baru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi prioritas utama demi menjaga mutu pembelajaran. Berkomitmen dalam mencetak generasi yang fasih dan cinta Al-Qur’an, SDI Al Khodijah Mojokerto sukses menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pembinaan Metode Pembelajaran pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas terpadu ini dihadiri oleh jajaran guru pengajar, eksekutif yayasan, serta mentor metode terkait. Pembinaan ini bertujuan untuk menyelaraskan ritme, menstandardisasi baca-tulis, serta memperkuat metodologi pengajaran agar penyampaian materi kepada para siswa menjadi lebih efektif, interaktif, dan mudah dipahami.
Fokus pada Standardisasi dan Praktik Langsung
Berbeda dengan seminar teori biasa, pembinaan kali ini menerapkan pendekatan mikro-teaching dan simulasi langsung. Berdasarkan pantauan di lokasi, para guru secara bergantian mempraktikkan cara mengajarkan huruf-huruf Hijaiyah di depan papan tulis, mencakup ketepatan makhorijul huruf, sifat-sifat huruf, hingga teknik penulisan yang benar.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam penguatan metode kali ini antara lain:
-
Standardisasi Metode Bacaan: Menyamakan persepsi dan ketukan/durasi bacaan agar seluruh kelas memiliki standar kualitas yang sama.
-
Teknik Pengajaran Interaktif: Mengembangkan cara penyampaian yang menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan saat mempelajari dasar-dasar bahasa Arab dan Al-Qur’an.
-
Evaluasi dan Upan Balik (Feedback): Setiap simulasi langsung dipantau dan dikoreksi oleh pembina/mentor senior yang hadir, guna memastikan tidak ada kekeliruan sekecil apa pun sebelum diajarkan kepada siswa.
“Kunci keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an di tingkat sekolah dasar terletak pada fondasi yang kuat. Guru tidak hanya dituntut bisa membaca, tetapi harus mampu mentransfer ilmu tersebut dengan metode yang paling mudah diserap oleh anak-anak.”
Menyongsong Generasi Qur’ani yang Unggul
Suasana pembinaan tampak hidup dan penuh antusiasme. Para guru aktif berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran di kelas serta solusi taktis yang bisa diterapkan. Kehadiran pembina pria yang turut memantau jalannya simulasi dari meja depan memberikan bobot evaluasi yang matang pada agenda sabtu ini.
Dengan adanya penguatan pembinaan metode ini, SDI Al Khodijah Mojokerto berharap dapat terus menjaga kepercayaan orang tua wali murid dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis umum, tetapi juga kokoh secara spiritual dan fasih dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak dini.